![]() |
| Proses Pembangunan |
Berikut beberapa sarana dan fasilitas yang tim kami tinggalkan sebagai warisan kegiatan KKD:
SARANA:
1. Bangku-bangku belajar.
![]() |
| Bangku tak cukup, msih ada yang belajar dengan melantai |
Pada Jumat, 28 Maret, Nesia, selaku PJ Perlengkapan, ke Bogor untuk membeli bangku yang direkomendasikan teman-teman tim pelaksana. Tepatnya di Tajur, tempat yang memproduksi tas lokal yang dikenal sebagai tas tajur. Ada 20 bangku yang dibeli, dengan kualitas yang menurut Dian, sangat bagus.
Meski begitu, pada perkembangannya, ternyata kebutuhan akan bangku dalam kegiatan-kegiatan di masjid, melebihi jumlah yang sudah ada. Pada pelaksanaan TPA di sore hari, khususnya, tampak masih ada anak-anak yang menulis di lantai. Hal ini menjadi agenda dalam program kelanjutan tim kami paska KKD.
Beberapa anggota tim pelaksana, yaitu Retno, Amalia dan Mira, ke Tajur lagi pada Senin, 12 Mei. Namun, ternyata bangku tersebut sudah habis persediaannya. Kami diminta menunggu selama dua bulan, karena pembuatan tidak bisa cepat, terkendala dengan cuaca yang tidak menentu.
2. Perpustakaan.
![]() |
| Perpustakaan, hanya untuk dibaca di masjid. |
Hanya dalam waktu dua pekan, lemari yang terdiri atas empat tingkat rak itu, sudah penuh. Sementara, sumbangan buku masih bertambah. Ustadz pembimbing, Ustadz Ali, memberikan solusi untuk meletakkan buku-buku yang paling tinggi di belakang, dan yang agak kecil di bagian depannya dengan posisi horizontal, sehingga menjadi dua shaf buku pada satu rak.
Tampak jamaah masjid sudah mulai mempergunakan perpustakaan. Anak-anak, remaja, bapak-bapak, beberapa terlihat sudah mengambil buku. Hanya boleh baca di tempat, untuk menghindari hilangnya buku karena dibawa pulang/keluar dari masjid.
3. Partisi ruang akhwat dan mukenah.
![]() |
| Menggunakan partisi |
Hal ini juga sempat dikemukakan oleh Tim Laznaz Amanah dari Takaful, rekan kami dalam sesi Layanan Kesehatan Gratis. Mereka menginginkan ruang pemeriksaan tertutup. Karena itulah, kami mengupayakan percepatan pengadaan partisi ini 4-5 hari sebelum pelayanan kesehatan itu dilangsungkan, yakni pada hari ke-7. Meskipun pada prakteknya kemudian proses pemeriksaan hanya mengambil tempat di teras masjid, pada kelanjutannya tampak jamaah juga merasakan manfaat adanya partisi ini.
Selain itu, juga ada penambahan mukenah dari saudara-saudara muslim di Kwitang, Jakarta Pusat, dan beberapa dari wilayah Bekasi.
4. Perbaikan plang masjid.
![]() |
| Plang Masjid |
Plang baru dipasang sehari sebelum penutupan, yaitu pada Selasa, 29 April.
5. Pemasangan cermin tikungan dan plang cermin.
Usul untuk memasang cermin tikungan ini juga disuarakan oleh Ustadz Ali. Hal ini agar lebih banyak masyrakat luas yang merasakan warisan KKD, tidak mesti hanya dengan memasuki wilayah masjid saja.
Pemesanan cermin tikungan sempat menimbulkan kebingungan, karena ternyata tak banyak tempat yang menjualnya. Kami mendapatkan informasi ada dijual di Senen, dan dengan meminta bantuan famili salah satu anggota KKD, cermin yang diinginkan bisa didapatkan.
Selanjutnya adalah pemesanan tiangnya. Dipesan di tempat tukang besi, dan diantarkan serta dipasangkan di lokasi.
![]() |
| Cermin Tikungan |
FASILITAS (INFRASTRUKTUR)
1. Tempat wudhu wanita dan hammam
![]() |
| Pembangunan tempat wudhu dan hammam wanita |
Maka, dua pekan sebelum KKD berakhir, kami memutuskan untuk melakukan pembangunan keduanya.
Ternyata, pembangunan berjalan cukup lambat hingga melewati hari penutupan KKD. Tidak hanya itu, bahkan juga diperpanjang hingga 1,5 pekan, sehingga laporan KKD pun terhambat penyelesaiannya karena menunggu ketuntasan pembangunan.
2. Tempat wudhu pria.
![]() |
| Tambahan Tempat Wudhu Pria |
Alhamdulillah, berkat bantuan banyak pihak, Masjid DKM Al-Ikhlas di Jatisampurna lebih siap untuk menerima jamaah melaksanakan berbagai kegiatan ibadah di dalamnya.###








No comments:
Post a Comment