Tuesday, April 15, 2014

HARI KE-5: Remaja Muslim, Remaja Mandiri

Tilawah dan Sari Tilawah
Penanggung Jawab Harian: 
Sari Ernawati

-------------------------------------

Acara KKD  tanggal 6 April 2014, bertempat di masjid di wilayah Jati Sampurna  dimulai pada pukul 13.35. Diawali dengan pembacaan tilawah oleh Dian Agusta dan sari tilawah dibacakan oleh Retno Wulansari. Acara dihadiri 33 orang dari ibu-ibu serta 15 orang remaja.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ceramah untuk remaja pukul 13.50 oleh Ernawati dengan judul Who Am I. Ceramah diawali dengan dua buah tayangan film melalui layar LCD. Yang pertama, mengenai seorang yang sakaw, tidak sadar karena pengaruh narkoba, dan yang kedua, orang yang sedang khusyuk beribadah

Persiapan Sesi Remaja Mandiri
Film orang yang sakau, menggambarkan orang yang tidak tahu tujuan hidup. Sehingga melakukan perbuatan yang mengikuti hawa nafsunya, serta tidak peduli dengan dirinya sendiri serta masa depannya. 

Sedangkan tayangan yang menampilkan orang yang sedang beribadah, menggambarkan orang yang tahu potensi dirinya, memahami keberadaan dirinya merupakan anugerah yang tidak boleh disia-siakan. Dia memiliki motivasi untuk jadi yang terbaik dan bersyukur atas semua anugerah yang telah Allah تعالى berikan kepadanya.
             
Terjemah Film Muslimah Amerika
Selanjutnya, Ernawati memaparkan sebuah film yang mengisahkan seorang muslimah mualaf dari Dallas AS, yang masuk Islam pada bulan Mei 2007. Ketika masih kecil dia dibaptis sebagai seorang Kristen. Dan ketika dewasa ia bekerja sebagai seorang model. Dalam hatinya ia merasakan bahwa ia tersesat dan membutuhkan sesuatu untuk hidup secara normal.
                    
Ketertarikannya terhadap ajaran Islam, diawali ketika ia melihat di media sosial You Tube, dan menemukan pelajaran-pelajaran tentang Islam. Hingga akhirnya ia menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan serta kegelisahannya selama ini. Ia menjadi muslimah dan tidak ingin hanya disebut punya agama. Tetapi bertekad untuk merubah seluruh hidupnya sesuai dengan ajaran Islam. Dan tidak mau lagi menengok ke belakang.

Remaja Mandiri
      Kepribadian seorang muslim sedikit banyak dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti entrtainment, media masa, lingkungan sekolah, organisasi, teknologi, teman serta keluarga. Sejatinya seorang muslim memiliki daya imunitas terhadap lingkungan yang berpengaruh buruk terhadap kepribadiannya. Seperti seekor ikan yang ada di lautan, meskipun airnya asin, namun ikannya tidak asin. 

Hadiah
Ketika penayangan sebuah film yang menceritakan tentang pendaki gunung yang harus mengambil keputusan untuk memotong tali yang menghubungkan dengan orang yang ada dibawahnya. Karena jika tali tidak dipotong, seluruh pendaki yang ada di atasnya akan mati.
Ernawati melontarkan pertanyaan dan menanyakan pendapat dari remaja yang hadir. Ternyata ada dua anak yang berani mengemukakan pendapat yaitu Eneng dan Indah. Mereka mengemukakan pendapatnya dengan baik dan mendapat
doorprice.

Pojok Kreasi Anak
Sementara itu, Amalia membimbing 9 anak balita di pelataran masjid mewarnai gambar.  Beberapa mereka baru mengenal kegiatan mewarnai, dan tampaknya mereka sangat menikmati

Belajar Baca Al-Qur'an
Anggota Tim Pelaksana lainnya mengajari ibu-ibu membaca Al-Qur'an.  Mereka dibagi menjadi empat kelompok, dibimbing Dian, Selena, Julia dan Nanin.  Selain membaca huruf hijaiyyah, mereka juga belajar membetulkan bacaan Al-Fatihah.

Pentingnya Membaca
Nesia mulai menyampaikan materinya pada pukul 14.50, dengan melontarkan 3 pertanyaan: 
 Siapa yang hari ini sudah membaca Al Qur’an?
Siapa yang ahri ini sudah membaca koran?
Siapa yang hari ini sudah membaca sms?

Koran Republika hari ini ( 6 April 2014), SBY tak penuhi panggilan BAWASLU. Koran selalu memberitakan peristiwa-peristiwa yang menarik dan sensasional, terutama di headline-nya. Dan ini perlu disimak meskipun hanya sekedar membaca judul atau paragraf pengantarnya saja.

Membaca dalam Al Qur’an terdapat dalam surat Al-Alaq ayat 1-7. Diawali dengan perintah untuk membaca. Ayat 1,  إقرأ.  Perintah membaca menggambarkan bahwa seorang muslim harus pandai rajin membaca sekaligus menulis.

Gemar Membaca a la Jepang
Dilanjutkan tentang tayangan video dalam bahasa Arab tentang kebiasaan membaca di Jepang. Terlihat bagaimana orang-orang Jepang sangat gemar membaca. Ketika di dalam kereta api, di stasiun, di jalan terlihat bagaimana mereka sangat antusias membaca. Bahkan ada finding machine yang dapat digunakan untuk membeli buku, bukan makanan atau minuman. Di depan sebuah perpustakaan Jepang, ada sebuah patung seorang anak yang sedang menggendong kayu bakar sambil membaca sebuah buku.
                    
Namun jika dibandingkan dengan di negara Arab dimana diturunkan Al Qur’an dengan perintah membaca, sangat berbeda kondisinya. Terlihat di dalam bis kota, tidak nampak orang yang sedang membaca. Mereka terlihat ada yang asyik mengobrol, ada yang bengong atau hanya sekedar memperhatikan jalanan.
                    
Nesia mengajak hadirin untuk gemar membaca, karena suatu umat akan mulia karena gemar membaca. Lalu disampaikan juga tentang seorang Russel Sander, seorang penulis dan motivator. Russel menyampaikan, 5 tahun lalu hanya 3 % yang datang ke toko buku. Dan hanya 42 % saja lulusan universitas yang tetap membaca.
                  
Bill Clinton seorang mantan presiden Amerika, membaca 300 buku pada tahun 1992, yakni ketika ia kalah dalam pemilu. Ia mengisi hari-hari kekalahannya dengan membaca dan membaca. Berbeda dengan di Indonesia, ketika seorang gagal menjadi anggota legislatif berakibat stres dan masuk rumah sakit jiwa. Kalau ingin menghindari kegagalan, maka harus banyak membaca.
                   
Terakhir ditayangkan mengenai seorang pendeta bernama Terry Jones yang pernah berambisi membakar Al-Qur’an. Ia berusaha mempropaganda warga New York untuk membenci Islam. Namun usahanya mengalami kegagalan. Ia gagal membodohi rakyat Amerika. Inilah salah satu cermin sederhana perbedaan masyarakat yang gemar membaca dan tidak. Yang gemar membaca biasanya tidak mudah dibodohi. 

Lomba Remaja
Selesai salat ashar, diadakan kuis untuk remaja yang diikuti oleh 5 kelompok peserta. Mereka diminta untuk menyusun gambar dengan narasinya. Hanya satu kelompok yang sedikit kesalahannya. Dan menjadi juara pertama yaitu kelompok 2. Ditawarkan bagi siapa yang berani mempresentasikan kembali akan mendapat hadiah. 

Hadiah Lomba Remaja
Seorang remaja bernama Indah menyampaikan pemikirannya dan menjadi pemenang. Peserta lain yang berani tampil juga bernama Iyas.

Acara ditutup dengan pembacaan do’a. 

Setelah itu ada acara tambahan, yakni terkait dengan rencana pengadaan perpustakaan untuk masjid. Urgensi perpustakaan semakin terasa karena besarnya manfaat membaca sementara buku tidak selalu mudah didapatkan. Para remaja yang masih berkumpul diminta untuk menjadi pengelola. Mereka dilatih untuk memberi label pada buku-buku yang sudah terkumpul dan menyampulnya dengan plastik agar tidak cepat rusak. 

Selain itu, Ketuga DKM, Rohadi, bersama adiknya, Rohani, yang merupakan ketua mejalis taklim ibu-ibu, juga membantu inventarisasi beberapa barang baru untuk masjid. Di antaranya adalah 20 meja kecil untuk belajar dan 15 buah Al-Qur'an sumbangan dari majelis taklim ibu-ibu di Citra Gran. 

###

Thursday, April 3, 2014

HARI KE-4: Tausiyah "Makanan Halal dan Sehat" dan Pelatihan Membuat Nugget

"...cara mengucapkan huruf hijaiyyah yang benar itu..."
Penanggung Jawab Harian:
Jumlia Hernis

----------------------------------

Rabu, seperti biasa, seusai kuliah Tim KKD mengarah ke daerah Cibubur, dengan harapan kegiatan hari ini juga berjalan lancar seperti yang sudah-sudah. Paling tidak, acara dorong-dorong mobil di parkiran kampus pada pekan lalu, tidak terulang hari ini.

Anggota tim pelaksana yang pertama tima pada pukul 09:40. Di sebuah warung yang letaknya di seberang masjid, beberapa warga sudah berkumpul, berdiri menanti. Mereka pun segera menyambut dengan hangat dan berinisiatif turut serta mempersiapkan acara. Terasa semangat dan antusiasme mereka menyambut hari KKD yang keempat ini.

Anggota tim pelaksana selanjutnya tiba, hingga akhirnya semua sudah kumpul pada pukul 09:55. Sebuah prestasi yang patut disyukuri: lima menit sebelum waktu yang telah diagendakan. Pentingnya waktu sudah disampaikan pada pertemuan pertama, sudah sepatutnyaTim Pelaksana yang mencontohkan tepat waktu.

Meja registrasi pun disiapkan, yang mana hari itu akan ditangani Julia Ahadyah.

Halaqah-halaqah belajar membaca Al-Qur'an
Urutan kegiatan hari ini agak berbeda. Sebelum masuk ke acara inti,  sambil menunggu warga yang lain datang, jama’ah yang telah hadir d ajak untuk belajar membaca Al-Qur’an . Bimbingan Baca Al-Qur'an (BAQ) sendiri dipandu oleh Dian Agusta dan Nanin Suryani.

Terlebih dulu, dibacakan QS :Al –Muzammil: 4, sebagai landasan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan tartil, sebagaimana penjelasan Dian selanjutnya.  Kemudian dilanjutkan dengan memperagakan cara membaca huruf demi huruf. 

Setelah itu, seluruh anggota tim yang tidak bertugas secara khusus hari itu turut membantu Dian dan Nanin, membentuk halaqah-halaqah kecil untuk mengajari beberapa orang secara berkelompok. Sayanya, persediaan buku panduan seperti buku Iqra' atau Balighah, masih belum mencukupi. Selain itu, terlihat proses belajar-mengajar kurang nyaman karena tidak adanya meja/bangku. Dua hal ini menjadi catatan bagi Tim Pelaksana untuk pertemuan berikutnya. 

Tilawah dan Sari Tilawah

Bimbingan belajar membaca Al-Qur'an berlangsung selama sekitar setengah jam. Kemudian pembawa acara hari itu, Mira, mengajak seluruh hadirin untuk memulai acara inti dengan mengucapkan basmalah. Lalu dilanjutkan dengan tilawah oleh Nanin dan sari tilawah oleh Amalia, dengan membaca Q.S. Al-Baqarah 169, 172,173, 268.

"...semuanya dari Allah ta'ala..."

Tepat jam 10.25  MC membacakan acara selanjutnya yaitu tausiyah Makanan Halal dan Sehat yang disampaikan oleh Selena.Sebelum memulai tausiyahnya untuk memancing para jamaah selena memberikan beberapa pertanyaan yang interaktif, seperti dari mana datangnya makanan, proses penciptaan manusia dan adab atau akhlak yang semestinya dimiliki setiap makhluk kepada Al-Khaliq.

Menurut Selena, pola makan yang sehat menurut Al-Qur’an dan sunnah adalah :
1. Sifatnya halal 
2. Sifatnya sehat (thayyib), sebagaimana dalam Q.S. 2:168.
3. Memperbanyak komposisi nabati
Selalu Semangat Bertanya
4. Bervariasi
5. Makanan hidup dan segar
6. Memperkaya dengan makanan tambahan
7. Jangan berlebihan (Al-An’am (6) :31
8. Makan buah sesuai musim
9. Sarapan pagi
10. Memlihara adab makan, di antaranya membaca basmalah, duduk tegak, memakai tangan kanan, tenang, tidak bernafas dalam gelas, setelah makan atau minum membaca hamdalah.

Sekitar jam 11.30 Selena mengakhiri tausiyahnya. Sebelum berakhir, seperti biasa siapa yang bertanya dan menjawab pertanyaan akan diberikan cenderamata. Ada tiga orang yang yang mendapat cenderamata, yaitu Asih ,Yanti dan Tias.

"...gambarku yang mana..."

Sementara itu,  Amalia aktif menemani anak-anak di Pojok Kreasi Anak. Amalia memandu anak-anak mengambar dan mewarnai. Tim Pelaksana menyiapkan khusus gambar untuk mewarnai, karena di pertemuan sebelumnya anak-anak banyak meminta pola gambar kepada anggota tim yang juga tak selalu bisa membuatkan, lantaran sibuk ataupun karena memang tidak trampi dalam hal menggambar.

Tampak anak-anak senang dan mereka lucu sekali dengan kepolosannya. Gambar yang telah jadi kemudian ditempel di kaca jendela masjid .
Anak-anak itu gembira dan puas sekali, bahkan ada yang minta gambar lagi namun sayangnya persediaan sudah habis. Ada juga yang meminta kertas kosong saja untuk dilipat ataupun dicoret-coreti. Ada beberapa anak dengan bangganya  memperlihatkan hasil karyanya kepada orang tuanya.Amalia memeberikan suvenir kepada anak yang gambarnya paling bagus.

"...bagus ya ceritanya..."
Selain itu, anak-anak juga terlihat antusias membaca buku. Beberapa kakak mereka yang tampaknya baru pulang dari sekolah, mampir di masjid dan telaten membacakan cerita untuk adik-adiknya. Mereka pun mendapat hadiah snack dari Tim Pelaksana. 

Namun, ada yang luput dari persiapan Tim Pelaksana di pojok kreasi anak. Ada sedikit bagian tembok masjid yang ikut dijadikan wadah kreasi oleh anak-anak. Crayon warna-warni turut meramaikan cat hijau dinding masjid.

Tim Pelaksana pun mengagendakan untuk membawa koran bekas pada pertemuan berikutnya untuk menutupi sebagian dinding masjid di sekitar Pojok Kreasi Anak, agar kreatifitas anak-anak cukup mengenai koran bekas saja.

Saling Memberikan Manfaat
Sebelum acara di lanjutkan  di adakan Ice breaking  oleh Mira. Para hadirin diminta berdiri dan  berbaris kemudian  memijit teman yang ada di depannya secara bergantian .

Mira membacakan acara selanjutnya yaitu pembuatan nugget yang dipandu oleh Erna. Dalam peragaannya, Erna dibantu oleh Julia.
Nugget yang dibuat ini bukanlah seperti nugget biasa yang bahan dasarnya dari ayam  atau daging. Tapi, bahan utamanya adalah tempe dan tahu. Dua jenis makanan yang juga disinggung Selena dalam tausiyahnya sebagai sumber gizi yang sangat baik, yang sering dianggap makanan sederhana di Indonesia tapi mewah di luar negeri.

"..tanpa pengawet dan msg looh.."
Selain tetap bernilai gizi baik, nugget ini juga terhitung murah biayanya daripada nugget berbahan dasar daging. "Dengan modal 11.000 rupiah, bisa mendapatkan untung 10.000 jika di jual," jelas Erna.

Tampak para hadirin antusias sekali memperhatikan Erna dalam mempraktekkan pembuatan nugget. Bukan hanya ibu-ibu dan remaja, anak-anak pun ikut mengelilingi.

Nugget tanpa daging; murah, lezat, sehat
Pada akhir acara para hadirin disuguhi naget yang telah jadi, mereka mencicipinya.

Komenter mereka sangat positif. Seperti biasa, sebelum acara diakhiri, Tim Pelaksana memberikan suvenir pada peserta yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan Erna .

Tak terasa acara demi acara telah dilaksanakan, mataharipun berada  tepat di atas kepala. Waktu zuhur telah masuk dan penghujung acara pun tiba. Mira menutup acara dengan doa kafaratul majelis. ###

Monday, March 31, 2014

HARI KE-3: Tausiyah "Kedudukan Al-Qur'an" dan Penyuluhan Kegawatdaruratan




Tilawah Q.S. Ash-Shaff dan terjemahannya
Penanggung Jawab Harian:
Mira
--------------------------------

Rabu, usai kuliah, Tim Pelaksana segera menuju lokasi KKD. Kami semua berharap agar apa yang akan kami lakukan bisa berjalan lancar. 

Setiba di sana, Jumlia segera melakukan registrasi untuk para peserta. Sekitar pukul 10 acara dibuka oleh Amalia Rubianti, yang bertugas sebagai pembawa acara hari itu.  Dilanjutkan tilawah Surat Ash-Shaff yang dibacakan oleh Sari Ernawati dan terjemahannya oleh Ernawati. 

Acara selajutnya adalah tausiyah yang disampaikan Dian Agusta. Temanya adalah Keutamaan Membaca Al-Qur'an. Intinya adalah ketika kita membaca Al-Quran dan dekat dengan Al Qur’an maka kita akan mendapatkan dua macam keutamaan.

Keutamaan pertama berkaitan dengan kehidupan di dunia. Di antaranya, penduduk dunia yang sering berinteraksi dengan Al-Quran disejajarkan dengan para malaikat yang mulia dan taat. Tidak hanya itu, bahkan mereka yang masih terbata-bata pun dimuliakan dengan pahala dua kali lipat, yaitu pahala membaca dan kesulitannya dalam membaca Al-Quran. Selain itu, akan mendapat ketenangan, rahmat, naungan malaikat,dan penyebutan namanya oleh Allah di hadapan Malaikat-Nya, dan ayat-ayat yang dibaca itu akan membangun cinta kepada Allah, dan cinta akan menjadikan ia menyatu dengan jiwa.
·     
Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Keutamaan kedua berkaitan dengan kehidupan di akhirat kelak. Di antaranya, Al-Quran akan memberikan syafaat atau pertolongan di hari kiamat kepada orang-orang yang menjadi sahabatnya di dunia. Al-Quran juga adalah sumber pahala dan rahmat Allah yang paling mudah kita dapatkan. Peluang beramal di depan kita sangat banyak. Ada jihad, infak, shalat malam dan lain sebagainya, namun dari semua yang ada tidak ada yang lebih mudah dan terjangkau daripada tilawah Al-Quran. Bayangkan untuk berinfak, mungkin masih ada kendala, minimnya keuangan kita, untuk shalat malam, kadang terkendala oleh kesiangan dan seterusnya. Namun tilawah, nyaris tidak memerlukan daya dukung yang khusus, kecuali kemauan diri kita.  Al-Quran mengangkat derajat kedua orang tua yang berhasil membimbing anaknya dekat dengannya.

Peserta yang aktif bertanya
Alhamdulillah, peserta  antusias mendengarkan dan mereka pun tidak segan-segan untuk bertanya. Salah seorang ibu, Manih, menanyakan bagaimana jika rajin tilawah tapi bacaannya masih banyak yang keliru. Dian kemudian menjelaskan bahwa hal itu tidak mengapa sepanjang masih terus berusaha memperbaiki bacaan. Yang salah adalah tidak membaca Al-Qur'an. 

Pertanyaan kedua diajukan Rohani, yakni apakah jika sedang datang bulan, diperbolehkan mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah, yang sudah jadi kebiasaan dalam mengucapkannya? Dian pun menjawabnya bahwa tidak ada larangan terkait hal ini. 

Penyegaran
Mengakhiri sesi pertama ini, tim pelaksana memberikan suvenir kepada peserta yang aktif bertanya dan menjawab. 

Acara selanjutnya adalah penyuluhan  oleh  Retno Wulansari tentang Penanganan Kegawatdaruratan (P3K). Namun, sebelum memasuki acara ini, Amalia Rubianti mengajak seluruh hadirin untuk melakukan penyegaran terlebih dulu.

"Mari acungkan jempol ke depan, lalu putar... Nah, sekarang coba tepuk teman duduk sebelahan, lalu sapa, hai..." tuntun Amalia dengan ceria, hingga suasana yang sebelumnya terasa kaku dan sunyi menjadi cair dan hangat. Hadirin pun jadi lebih siap diajak berkonsentrasi menyimak sesi berikutnya.

Penyuluhan Kegawatdaruratan
Retno Wulansari memulai sesi kedua dengan membahas kaidah memperhatikan kesehatan dan keselamatan diri dalam perspektif Islam. 

Menurutnya, Islam sebagai tuntunan hidup yang sempurna dan menyeluruh, sangat memperhatikan keselamatan diri. Tak hanya jiwa tapi juga fisik atau tubuh. 

Hal ini tercermin dalam firman Allah تعالى:
 
وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
 
“…dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan kalian sendiri,…” (Q.S. [2] Al-Baqarah: 195

Salah satunya adalah tercermin dari hadits shahih yang diwayatkan Imam Bukhari dari Abdullah bin Amr رضي الله عنه : 


"...إن لربك عليك حقا ولنفسك عليك حقا..."
  
"...sesungguhnya Allah memiliki hak atasmu, dan badanmu juga mempunyai hak atas dirimu….”

Juga hadits shahih yang diriwayatkan Imam Mulim dari Abu Hurairah   رضي الله عنه  :


الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah."

Kalau Tersedak...
Pada bagian pertama, Retno menjelaskan tentang pengertian gawat darurat. Retno memancing konsentrasi hadirin dengan menanyakan terlebih dulu apa arti gawat darurat. "Gawat darurat itu adalah...Apa, ibu-ibu? Gak punya duit?" kelakar Retno yang diikuti senyum dan tawa hadirin. Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa gawat darurat adalah situasi di mana seseorang yang bila tidak ditolong dengan segera, terancam nyawanya

Dari pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penanganan kagawatdaruratan itu adalah menyelamatkan nyawa korban dan meringankan penderitaan. Atau, untuk mempertahankan daya tubuh korban sampai pertolongan lanjutan datang, atau bisa juga untuk mencegah bahaya lanjutan. 

Langkah paling awal dan penting adalah mengkondisikan diri kita sebagai pihak yang akan menolong. Yaitu, agar tetap tenang dan tidak panik. Hendaknya tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri sebelum menolong orang lain. Periksa keadaan bahaya: lalu lintas, kebakaran, aliran listrik, dan situasi sejenis yang potensial menimbulkan bahaya baru. Jika keadaan aman, barulah menolong korban. 

Jika memungkinkan, sebaikya mencari orang lain untuk melakukan pertolongan besama-sama. Setelah itu segera menilai kondisi korban, untuk kemudian memutuskan langkah-langkah apa yang diperlukan untuk penanganan kegawatdaruratan. 

Retno kemudia memfokuskan penjelasannya pada kasus tersedak. Hal ini karena sudah banyak kejadian di mana nyawa seseorang tidak terselamatkan hanya karena tersedak. Menurut Retno, meski kelihatannya sepele,ternyata sudah ada beberapa kematian akibat tersedak. Hanya dalam lima menit tanpa pertolongan yang tepat, korban tersedak bisa mengalami sesuatu yang fatal. 
Menerjemahkan narasi video

Tanda-tanda orang tersedak dapat dikenali dengan gejala: sulit bernafas, susah bicara, keluar air mata, batuk tanpa dahak, atau muka membiru. Dalam kondisi seperti ini, sangat berbahaya memberikan makanan atau minuman kepada korban. 

Lebih lanjut, Retno memperagakan langkah-langkah pertolongan yang tepat, disertai dengan praktek dan mengajak hadirin ikut melakukannya, meski hanya seorang ibu dan seorang anak yang berkenan menjadi contoh praktek. 

Selain itu, diselipkan juga penjelasan tentang perbedaan tersedak karena benda asing dan karena lendir dan sejenisnya. Juga bagaimana menangani anak-anak yang sulit mengeluarkan dahak saat pilek.

Selanjutnya hadirin diajak menyaksikan video tentang penanganan darurat pada kasus tersedak. Selena Madini menerjemahkan narasi video yang berbahasa Inggris tersebut untuk para hadirin. 

Penanganan pada anak
Retno melanjutkan pembahasan kegawatdaruratan dengan mengangkat kasus demam dan kejang pada anak. Gejala-gejalanya adalah wajah anak kemerahan, kulit panas dan berkeringat, mata berkaca-kaca, nafas dan detak jantung cepat, anak rewel karena kepala pusing. Dan jika demam ini meningkat menjadi kejang, leher anak menjadi kaku, jika bayi maka ubun-ubunnya membesar, atau menyusut karena dehidrasi. Bisa juga terjadi ruam kulit dan sakit perut. 

Untuk penanganannya, Retno mengajarkan untuk mengusahakan memberi minum yang cukup, terus memantau suhu tubuh anak, menjaga kondisi ruangan agar tetap sejuk, dan jika demamnya di atas 37.8c, bisa dicoba dengan memberikan obat penurun panas, dan memantau efek obat setengah jam setelahnya. Retno juga menganjurkan agar keluarga yang memiliki anak-anak dengan kecenderungan kejang jika demam tinggi agar menyiapkan 
suppositaria (obat demam lewat dubur) misalnya proris suppositoria yang isinya diazepam (stesolid 5mg). 

Pembagian obat gratis.
Selain mengupas penanganan gawat darurat pada kasus tersedak dan kejang, Retno juga mengulas bagaimana menghadapi korban tergigit ular, tersetrum listrik, pingsan, luka dan khususnya luka karena tusukan (tetanus), karena telah sampai kabar kepada tim pelaksana bahwa beberapa waktu sebelumnya ada salah seorang warga yang terkena musibah tetanus hingga perlu dirawat di ICU. 

Selain penyuluhan yang sifatnya teoretis dan praktis,  tim pelaksana juga membagikan multivitamin dan paracetamol untuk anti demam.


Pojok Kreatifitas Anak
Sementara sesi penanganan kegawatdaruratan berlangsung, di pelataran masjid digelar pojok kreatifitas anak. Tim pelaksana menyiapkan kertas dan alat gambar, juga beberapa buku bacaan. 

Pada mulanya anak-anak tidak begitu tertarik, masih malu-malu untuk memanfaatkan sarana yang sudah disiapkan. Namun, itu tak berlangsung lama. Mereka kemudian asyik menggambar, mewarnai dan membaca buku. 

Ernawati yang sebelumnya bertugas membaca terjemahan Al-Qur'an saat pembukaan, menemani anak-anak yang minta dibuatkan sketsa gambar untuk mereka warnai. Ini menjadi 'PR' bagi tim agar di pertemuan berikutnya menyiapkan sarana kreatifitas yang lebih sesuai. Dengan harapan, tidak hanya ibu-ibu dan remaja yang menanti-nanti hari pelaksanaan KKD berikutnya, tapi juga anak-anak kecil karena senang dengan aktifitas yang bisa mereka nikmati.

Warga dan Tim Pelaksana
Tak terasa waktu berlalu dan ketika adzan dzuhur berkumandang selesailah acara KKD kami. Kami merasa senang melihat respon warga yang antusias dengan acara yang kami adakan mudah-mudahan KKD kami berikutnya bisa berjalan lancar.  Acara pun ditutup dengan foto bersama tim pelaksana dan warga yang terhitung ada 26 orang dewasa dan 8 anak-anak yang hadir saat itu. ###